Rabu, 26 November 2008

Agrre or dissagree

Mencari Pasangan. Saya paling aheuheu.. membahas mau membahas judul ini. kenapa? susah-susah gampang!! mau dimulai dari mana ya?
Oh bunga mawar..lekaslah mengembang..
kuingin memetik dikau...
berapa lama ku harus menunggu...
resah rasa hatiku...
Lagu jadul nih. Lagu jaman bokap. sampe sekarang aja masih suka dinyaniin.
Bukan karena aku nggak pernah tertarik sama seorang pria. Ataupun beberapa pria haha.. Aku hanya menunggu orang yang bisa hidup bersama denganku, tahunan... mungkin ratusan tahun.. karenanya aku aku harus melihat, menjalani waktu-waktu bersamanya, kualitas pertemuan yang membuat aku merasa nyaman, dan aku suka orang cerdas. Orang cerdas itu orang yang bisa hidup tanpa merendahkan diri, percaya bahwa dirinya mampu meraih cita-cita dengan cara baik, pintar melihat peluang dan kriteria itu penting bagiku. Aku juga suka pria berkepribadian baik dan menarik. Terlalu tampan aku tidak suka, mungkin dia akan merasa ke-cakep-an atau dimungkinkan dia ingin diperlakukan sebagai raja. Kalo kaya itu aku juga takut, aku takut dengan uangnya nanti dia mampu merendahkan orang. Aku suka pria hebat, pria aktivis yang mampu menyakinkan aku kalau aku bisa bertahan lama bersamanya, meraih cita-citaku, menjalani hidup susah dan senang bersama. Aku jadi inget guruku, di kelas dia pernah menanyakan "are you agree or dissagree with living together?" Ada dua orang yang menujuk tangan, salah satunya aku. Dengan tatapan agak ragu, aku menelan ludah. Agak sedikit ini normatif, tapi jawaban yang keluar pada mulutku adalah... For me, i agree with living together. It's a relative answer, for Indonesian people i live in a social community, i couls shared my food, i could share my friends, share everything" Suara anak-anak meledak. Karena jawabanku agak kontrolversial. Seorang teman di kelasku menjawab. "I'm not agree because.. blabla.. dia menjawab normatif. Semua orang menganggap kalo living together itu kumpul kebo. Dan jawaban-jawaban sinis, karena aku bilang aku aku setuju living together. Alasannya adalah aku anak Indonesia, berbagi makanan, berbagi banyak hal itu perlu. Aku hanya memikirikan itu Living and Together. Terserah orang mau ngomong apa. Guruku membela ku. In speaking test You could Lie !! haha...

Dan kejadian-kejadian unik yang mungkin jarang terlihat orang-orang mengenai alternatif-alternatif jawaban cerdas, dan kadang mengundang ledakan tawa, sering aku lakukan. Aku senang, akhirnya ada seorang teman yang dulunya aku kira galak, sejak saat itu dia mulai mengenalku. Aku bukan anak yang punya muka serius atau tegas saja. Aku bisa membuat suasana penuh gelak tawa. Dan aku mulai memikirkannya.
Semoga aku dan dia bisa bersama-sama menjalani hidup yang penuh liku dan aku tau dia bisa membelaku tanpa aku minta. Mulai dari pertemuan yang menegangkan, sampai sikap persahabatan yang aku rasakan, dan hingga akhirnya aku menemukannya.

Tidak ada komentar: