Kamis, 10 Juli 2008

Anugrah Pekerja

Hari ini adalah milikku, aku bisa merusaknya, bisa pula memanfaatkannya.
Tuhan, kuatkan dan tuluskan hatiku, supaya kalau matahari terbenam,
aku bisa bergembira
Aku masih tidak percaya dengan apa yang ku alami saat ini. Mungkin doaku terjawab, atau keberuntungan kali ini sedang menghampiriku. Sudah dua minggu ini, aku menunggu panggilan dari kanotr baru, kabar itu membuatku resah tak menentu. Seolah-olah perasaan dalam hatiku berkata sekaranglah ssatnya aku pamit dan mengenang hari-hari terakhir di kota ini, Jakarta.
Pagi ini aku silaturahmi ke sekolah SD, kebetulan masa-masa SD banyak menyisakan kenangan. Tempatnya, bangunannya, pohon-pohonnya, bangsalnya, dan suasananya. Karena beberapa guru yang akan aku kunjungi, kebanyak sudah pensiun. Saat ini tahun 2005. Dua jam kemudian, aku menghampiri sekolah SMA ku, tempatnya hanya 500 m dari tempat ini. Masa SMA juga menyisakan khayalan masa lalu yang indah. Masaketika aku sedang puber, dan sekolah itu menemani masa remajayang tidak kalah serunya dengan masa SD dulu.
Saat terakhir aku berkunjng guru-guru masih salaing bercengrama membicarakan murid-murid yang menggemaskan. Bersama teman SMAku, aku menerima kabar dari kantoryang akan ku tempati nanti.
"Halo mba'. Kami dari LIPI. Mba'bisa datang ke kantor kamibesok jam 9 pagi? Tolong catat alamatnya ya mba', jalan Sangkuriang, komplek LIPI."
"Iya betul pak. Nanti saya menemui Bapak/Ibu Siapa, di ruangan mana?"
Oh Bandung.., selama ini, kota ini membawa harapandan selalu membuatku selalu tersenyum. Bandung. I'm coming soon... Kota yang cool... dan nyaman untuk belajar.
Pagi ini, aku berangkat. Ibu, adik, dan kakakku.. seolah memancarkan kata-katayang tersirat dari matanya. Mba'.. sudah saatnya berangkat, jaga diribaik-baik, belajarlah mandiri ketikajauh dari kami. Papa, mengantarku sampai stasiun gambir. Aku naik kereta subuh. Dalam lambaiantangannya, papa bahagia.. anakku sudah dewasa. Dari balik jendela, aku memberikan senyuman bahagia kepada papa. Sejauh mata papa memandang, aku terlihat bahagia, aku melihatnya dari pantulan cermin. Setelah melewati memberapa ratus meter, aku memejamkan mataku. Aku menangis. Aku menangisi rasa terharuku. Dulu.. mau kuliah agak jauh..aja papa ngk ngasih. Ibu selalu menyanyagiku, aku dijadikannya anak manis yang baik hati. Kedua saudaraku selama kuliah.. kebetulan di Bandung.. tidak akan segan berbai kamar kosannya denganku. Selama aku jenuh dengan kota Jakarta, mereka selalu mengundangku untuk berkunjung kapanpun aku mau. Mereka kuliah di kota Bandung.Dalam hitungan tahun.. mereka kembali ke rumah kami di Jakarta. Aku.. akan berapa lama jauh dari rumah? Ibu bilang.. " Suatu saat dirimu akan berpisah dengan kami. Saat ini dirimu akan belajar jauh dari kami. Jaga diri baik-baik sayang."
Dalam hati aku menerka-nerka, apakahyang akan terjadi saat ini, sebuah realita atau kenyatan? Awalnya aku seperti mencoba keberuntunganku melamar di sebuah Lembaga Non Departemen ini. Sudah saatnya aku membenahi misteri birokrasi di kantor seperti ini. Kalau dipikir-pikir, kulai di universitas swasta dengan jurusan mahal, kan harusnya bekerja di perusahjaan swasta ya! Biar balik modal. Banyak orang yang komentar seperti itu. Atau orang instansikayak begitu susah orangnya.. kaku! Nggak luwes, banyak intrik-intrik. Aku tidak berpikir seperti itu. Yang aku pikirkan adalah kalau semua orang kauak aku di swasta, bagaimana wajah instansi pemerinta? Apakah akan terus menerus seperti yang dikatakan banyak orang tadi? Sudahlah.. aku sudah memilih. Itu semua yang mendasari mengapa aku berani untuk mengirikan lamaran ini. Aku sudah menerima jawaban lamaran ini. Walaupun sebenarnya aku tidak ada masalah yang berat dengan kantorku sebelum resign ini. Aku hanya inginbekerja sesuai bidang dan minatku menjadi peneliti. Eksis di bidang ilmu yang aku pilih di masa kuliah menyenangkan dan mempunyai tantangan tersendiri bagiku. Aku inginkan aktualitas diri.

1 komentar:

Andalusia Neneng Permatasari mengatakan...

seperti yang dikatakan Paulo Coelho dalam bkunya The Alchemist, bahwa ikutilah suara hatimu, maka di sanalah hartamu berada.

mudah-mudahan Bandung dan LIPI adalah harta yang telah disiapkan untuk teh angie...amiin...