Mencari Pasangan. Saya paling aheuheu.. membahas mau membahas judul ini. kenapa? susah-susah gampang!! mau dimulai dari mana ya?
Oh bunga mawar..lekaslah mengembang..
kuingin memetik dikau...
berapa lama ku harus menunggu...
resah rasa hatiku...
Lagu jadul nih. Lagu jaman bokap. sampe sekarang aja masih suka dinyaniin.
Bukan karena aku nggak pernah tertarik sama seorang pria. Ataupun beberapa pria haha.. Aku hanya menunggu orang yang bisa hidup bersama denganku, tahunan... mungkin ratusan tahun.. karenanya aku aku harus melihat, menjalani waktu-waktu bersamanya, kualitas pertemuan yang membuat aku merasa nyaman, dan aku suka orang cerdas. Orang cerdas itu orang yang bisa hidup tanpa merendahkan diri, percaya bahwa dirinya mampu meraih cita-cita dengan cara baik, pintar melihat peluang dan kriteria itu penting bagiku. Aku juga suka pria berkepribadian baik dan menarik. Terlalu tampan aku tidak suka, mungkin dia akan merasa ke-cakep-an atau dimungkinkan dia ingin diperlakukan sebagai raja. Kalo kaya itu aku juga takut, aku takut dengan uangnya nanti dia mampu merendahkan orang. Aku suka pria hebat, pria aktivis yang mampu menyakinkan aku kalau aku bisa bertahan lama bersamanya, meraih cita-citaku, menjalani hidup susah dan senang bersama. Aku jadi inget guruku, di kelas dia pernah menanyakan "are you agree or dissagree with living together?" Ada dua orang yang menujuk tangan, salah satunya aku. Dengan tatapan agak ragu, aku menelan ludah. Agak sedikit ini normatif, tapi jawaban yang keluar pada mulutku adalah... For me, i agree with living together. It's a relative answer, for Indonesian people i live in a social community, i couls shared my food, i could share my friends, share everything" Suara anak-anak meledak. Karena jawabanku agak kontrolversial. Seorang teman di kelasku menjawab. "I'm not agree because.. blabla.. dia menjawab normatif. Semua orang menganggap kalo living together itu kumpul kebo. Dan jawaban-jawaban sinis, karena aku bilang aku aku setuju living together. Alasannya adalah aku anak Indonesia, berbagi makanan, berbagi banyak hal itu perlu. Aku hanya memikirikan itu Living and Together. Terserah orang mau ngomong apa. Guruku membela ku. In speaking test You could Lie !! haha...
Dan kejadian-kejadian unik yang mungkin jarang terlihat orang-orang mengenai alternatif-alternatif jawaban cerdas, dan kadang mengundang ledakan tawa, sering aku lakukan. Aku senang, akhirnya ada seorang teman yang dulunya aku kira galak, sejak saat itu dia mulai mengenalku. Aku bukan anak yang punya muka serius atau tegas saja. Aku bisa membuat suasana penuh gelak tawa. Dan aku mulai memikirkannya.
Semoga aku dan dia bisa bersama-sama menjalani hidup yang penuh liku dan aku tau dia bisa membelaku tanpa aku minta. Mulai dari pertemuan yang menegangkan, sampai sikap persahabatan yang aku rasakan, dan hingga akhirnya aku menemukannya.
Rabu, 26 November 2008
Menuju Cita-cita
Aku pusing...
Bukan karena kerjaan numpuk ajah. Tapi juga karena masalah yang satu ini nih.. Kenapa ya.. kalo orang punya cita-cita itu harus fokus dan bersungguh-sungguh? Mungkin karena jalan menuju citacita menanjak dan berliku-liku, ta'elah... udah dari tahun 2007 nih.. saya punya hobi baru, hunting sekolah !!! Masih ngotot mau sekolah, kantor ngasi beasiswa ngk ya? Kalo iya.. harus apa nih? Semuanya fokus sama bidang sains, uhmm..bidang saya unik nih. Film..sinema..design.. ada ngk ya?
Alasan ngotot lainnya adalah, saya menjalani hidup saya sekarang. Jadi peneliti huahaha... udah gitu punya kecenderungan mau tau..aja ! yah sekolah kok jalan menuju kesana.
Usaha dateng ke semua pameran pendidikan. Trus.. hobi nyari peluang, sampe belajar jadi orang pinter. Kalo doa perlu juga. Setiap siang kalo ketemu ibu-ibu pulang sholat berjamaah.. saya selalu punya pasword unik : "Saling Mendoakan dalam Kebaikan" sambil senyum-senyum tuh ibu.. nanya balik, "kamu kenapa?" Ibu-ibu di sini tau, kalo saya unik. Dan berteman sama siapa aja. "Saya mau sekolah bu, saya mau.." Dan Ibu itu tersebut senyum balik sambil bilang "banyak amat". "Gpp ya bu.. minta doa mah sama siapa aja. kebetulan saya ketemu ibu yang baik hati, cantik, dan mau mendoakan saya". Sedikit rayuan maut dan ketulusan hati itu penting untuk saya. Karena saya percaya kalo doa itu bisa dikabulkan dan dengan ketulusan hati.
Saya mencari kesempatan untuk mencari kesempatan dan terus berharap-harap cemas apa yang akan terjadi pada saya suatu hari nanti. Saya hobi senyum, apalagi kalo sama orang yang emang ramah. Saya takut sama orang yang tidak punya ekspresi. Senyum enggak, manyun iya. Uhmm.. biarin aja deh. Mungkin ada banyak pikiran yang seliweran dipikirannya. Kadang saya percaya kalo yang dipikirin itu yang jelek-jelek bisa merusak suasana hati. Ada faktor X juga sih. Cuma saya ngk mau tau urusan orang, selama orang itu ngk ngomong yang buruk2 sama saya, saya anggap kita tidak ada masalah dan keadaan baik-baik saja.
Keadaan ini membuat saya masih optimis melihat kenyataan, kalau semangat dan mukjizat masih bisa datang kapan saja. Punya teman banyak menyenangkan sekali. Ada pertemuan-pertemuan yang direncanakan dan ajakan bermain bersama di waktu-waktu jenuh, saya jadwalkan sebagai ekstra kurikuler hahha... Menikmati kebebasan. Ortu masi suka kontrol. Telfon beberapa sekali dosisnya cukup untukku. Asal nggak ngomel-ngomel siy.. Kalo protes-protes dikit nggak masalah, saya anggap itu sebuah perhatian dan kasih sayangnya masih seperti biasa. Bisa juga sebagai kontrol bahwa saya jadi anak baik.
Semakin hari teman-teman saya, sudah pergi ke sana-kemari, pindah kosanke ausie.. pindah kosan ke adelaide.. haku mau pindah kosan ke Inggris ajah. Kapan ya?
Usaha ah.. dan ketika semua hal yang kamu usahakan dengan sungguh-sungguh dan fokus! Semua yang kamu lakukan adalah selalu mencarinya sampai ke sudut yang kadang tidak terlihat sekalipun. Kamu akan menemukannya. It Works !!! Aku senang sekali menjalani proses ini. Istilahnya buku, ketika kamu punya keinginan.. anggap kamu akan memilikinya, kamu menjalani semuanya untuk cita-cita kamu itu, alam semesta akan membantu mu. Aku akan mengganti alam semesta itu dengan keridha-an Allah yang akhirnya tiba. Aku mensyukurinya, ketika aku ditimpa ketakutan-ketakutan.. ketika aku dihampiri perasaan hampir putus harapan, ketika aku tau kalau ketakutan-ketakutan itu sebagai cobaan. Aku ambil hikmahnya saja, aku belajar ikhlas dan bersungguh-sungguh. Terkabulnya doa adalah suatu anugrah, dan Allah mengetahui kesungguhan cita-cita itu.
Aku akan menanti dan menjalani hari-hariku sebaik-baiknya. Karena anugrah ini milikku. Aku akan selalu tersenyum pada orang yang ramah ataupun kurang ramah padaku.
Bukan karena kerjaan numpuk ajah. Tapi juga karena masalah yang satu ini nih.. Kenapa ya.. kalo orang punya cita-cita itu harus fokus dan bersungguh-sungguh? Mungkin karena jalan menuju citacita menanjak dan berliku-liku, ta'elah... udah dari tahun 2007 nih.. saya punya hobi baru, hunting sekolah !!! Masih ngotot mau sekolah, kantor ngasi beasiswa ngk ya? Kalo iya.. harus apa nih? Semuanya fokus sama bidang sains, uhmm..bidang saya unik nih. Film..sinema..design.. ada ngk ya?
Alasan ngotot lainnya adalah, saya menjalani hidup saya sekarang. Jadi peneliti huahaha... udah gitu punya kecenderungan mau tau..aja ! yah sekolah kok jalan menuju kesana.
Usaha dateng ke semua pameran pendidikan. Trus.. hobi nyari peluang, sampe belajar jadi orang pinter. Kalo doa perlu juga. Setiap siang kalo ketemu ibu-ibu pulang sholat berjamaah.. saya selalu punya pasword unik : "Saling Mendoakan dalam Kebaikan" sambil senyum-senyum tuh ibu.. nanya balik, "kamu kenapa?" Ibu-ibu di sini tau, kalo saya unik. Dan berteman sama siapa aja. "Saya mau sekolah bu, saya mau.."
Saya mencari kesempatan untuk mencari kesempatan dan terus berharap-harap cemas apa yang akan terjadi pada saya suatu hari nanti. Saya hobi senyum, apalagi kalo sama orang yang emang ramah. Saya takut sama orang yang tidak punya ekspresi. Senyum enggak, manyun iya. Uhmm.. biarin aja deh. Mungkin ada banyak pikiran yang seliweran dipikirannya. Kadang saya percaya kalo yang dipikirin itu yang jelek-jelek bisa merusak suasana hati. Ada faktor X juga sih. Cuma saya ngk mau tau urusan orang, selama orang itu ngk ngomong yang buruk2 sama saya, saya anggap kita tidak ada masalah dan keadaan baik-baik saja.
Keadaan ini membuat saya masih optimis melihat kenyataan, kalau semangat dan mukjizat masih bisa datang kapan saja. Punya teman banyak menyenangkan sekali. Ada pertemuan-pertemuan yang direncanakan dan ajakan bermain bersama di waktu-waktu jenuh, saya jadwalkan sebagai ekstra kurikuler hahha...
Semakin hari teman-teman saya, sudah pergi ke sana-kemari, pindah kosanke ausie.. pindah kosan ke adelaide.. haku mau pindah kosan ke Inggris ajah. Kapan ya?
Usaha ah.. dan ketika semua hal yang kamu usahakan dengan sungguh-sungguh dan fokus! Semua yang kamu lakukan adalah selalu mencarinya sampai ke sudut yang kadang tidak terlihat sekalipun. Kamu akan menemukannya. It Works !!! Aku senang sekali menjalani proses ini. Istilahnya buku, ketika kamu punya keinginan.. anggap kamu akan memilikinya, kamu menjalani semuanya untuk cita-cita kamu itu, alam semesta akan membantu mu. Aku akan mengganti alam semesta itu dengan keridha-an Allah yang akhirnya tiba. Aku mensyukurinya, ketika aku ditimpa ketakutan-ketakutan.. ketika aku dihampiri perasaan hampir putus harapan, ketika aku tau kalau ketakutan-ketakutan itu sebagai cobaan. Aku ambil hikmahnya saja, aku belajar ikhlas dan bersungguh-sungguh. Terkabulnya doa adalah suatu anugrah, dan Allah mengetahui kesungguhan cita-cita itu.
Aku akan menanti dan menjalani hari-hariku sebaik-baiknya. Karena anugrah ini milikku. Aku akan selalu tersenyum pada orang yang ramah ataupun kurang ramah padaku.
Minggu, 12 Oktober 2008
Riwayat Penyakit
Sejak sekolah dan kuliah, nggak pernah tuh kepikiran untuk medical check-up. Kosata itu pertama kalinya denger dari nyokap. Bukannya kuper, kalo ngk ada hubungannya, buat apa gue pikirin ya.. Toh kalo gue tau, apakah akan merubah hidup gue? Hus! Anak perempuan nggak boleh cuek ah! Nyokap ceritanya serem sih..beliau bilang, “Ibu, males medical check-up, udah ngabis-ngabisin uang, kepikiran macem-macem lagi!” Nah kan, ngk salah gue. Yang ngalamin aja bilang begitu.
Ketika hampir setahun bekerja di sebuah Instansi Pemerintahan, sudah saatnya dilakukan tes kesehatan. Seberapa sehatkah Anda untuk menjadi seorang Pegawai kantor ini? Tubuh proporsional, dan hobi makan membuat gue sepertinya orang yang tidak berhak punya masalah dengan penyakit! Gue menjalani medical check-up akhirnya. Ambil darah, tes urine, foto toraks, ngk boleh puasa syarat kegiatan ini. Mungkin biar tau kondisi normalnya. Temen gue yang dari kantor 2 orang, udah ada masalah. Yang satu perokok, yang lainnya punya sederet riwayat penyakit, banyak.. dan akut. Sejak masuk udah lebih dari dua bulan akumulasi nggak masuknya.
Dua jam berlalu. Hah! Rujukan untuk ke lab anemia? Kenapa gue? Darah rendah? Salah banget! Gue nggak hobi marah-marah. Tes darah lagi gue. Ehe..waktu dites gue.. gue kenapa ya? Laju endap darah gue..susah berhenti gitu maksudnya? Minum vitamin K aja solusinya. Uhm..hasilnya keluar nih. Gue harus ketemu dokter niy, dokter jelasiiin..maksud semua ini! Hah! Gw dibilang berpotensi punya penyakit Lupus??? Suka makan permen karet gitu?
“Penyakit degradatif sekarang ini sudah banyak ragamnya. Saya juga agak kaget, dalam usia 24 tahun Anda sudah kena penyakit ini. Kamu harus jaga kesehatan. Jangan panas-panasan, pake payung kalo keluar siang-siang. Kurangin makan ber-MSG.” Dokter nerangin panjang lebar. Gue nggak bilang-bilang sama temen gue yang punya penyakit sederet, nggak bilang ke siapa-siapa deh. Walaupun dari muka, gue nggak bisa berbohong. Mulut bisa berbohong tapi reaksi tubuh tidak bisa. “Sakit apa loe? Kok ketemu dokternya kok lama?” “Yang konsultasi banyak, antrian deh. Makan yuk! Laper nih.” Pulang kantor gue ke warnet. Makin curiga temen gue.
Akh, cuek aja! Emang kalau punya penyakit, harus didiemin? Prinsip gue sih lebih baik mencegah daripada mengobati. Kaget dan penasaran terjadi saat ini.
Di har-hari berikutnya, gue akhirnya bilang. Gue ngerasa aneh nih sama penyakit gue. Makanya gue jadi makin rajin browsing di internet. Siapa yang nggak kaget mengenai kelainan ini. Dokter ngomong ada-ada aja. Gue jadi kepikiran nih! Kalau gue pikirin mulu nanti malah kejadian. Nggak mau ah! Lupus emang bahaya kalau dialami remaja wanita. Bisa diwariskan oleh gen X yang dibawa wanita. Pria juga punya kontribusi pada gen X-nya. Trus.. yang bikin serem lagi adalah Lupus pada akhirnya akan menyebabkan kebutaan pada penderitanya. Gangguan penglihatan ini disebabkan oleh abses otak yang merusak saraf penglihatan itu. Awalnya penderita tidak akan buta total, masih bias membedakan gelap dan terang, tapi flek pada otak tersebut yang menyebabkan terganggunya gangguan penglihatan. Nauzubillah min dzaliq. Parno nih gue baca artikel ini.
Dokter bilang..gue harus menghindari MSG, harus menjaga makan, kurangi makan daging dan jangan pergi panas-panasan itu. Gue ngurangin makan ber-MSG? Gue emang harus belajar masak nih! Jangan makan daging.. gue harus jadi vegetarian gitu? Kalo panas-panasan Insya Allah gue udah terlatih pake paying setiap panas-panasan. Orang-orang udah maklum dengan gue.
Setahun berlalu, gue masih penasaran dengan penyakit gue. Tahun kemaren gue foto thorax masih ada bercak. Sekarang masih ada nggak ya? Anak Jakarta bo! Nggak biasa pake jaket kalo pergi malem. Udara sejuk di malam hari ini sangat langka di Jakarta. Menikmati hidup itu perlu cuma kalo jadi bikin gue susah hidup, ya..pertimbangkan lagi aja deh. Nyokap bilang kalo jangan pergi malem-malem! Selain anak perempuan baik-baik itu emang nggak boleh pergi tanpa alasan untuk keluar malem..gue liat fenomena anak-anak Bandung, yang selalu pake jaket kalo keluar malem. Mungkin mereka nggak tahan dingin. Sok kuat banget gue! Sejujurnya, emang dingin sih.. Gue cari referensi lagi ah. Apa yang bikin kebiasaan orang-orang di sekitar gue ini. Secara geografis, Bandung itu berada dalam sebuah cekungan. Cekungan ini berada di dataran tinggi, dank arena sebuah cekungan udara terperangkap di dalamnya. Kalau dilihat dari fenomena pertukaran udara pada siang hari dan malam hari, teoti angin laut yang bertiup pada pagi hari dan angin daratan bertiup pada sore hari juga menjadi kendala kalau kondisinya berada pada cekungan. Udara tidak terjadi pergantian secara signifikan, tho! Medis juga punya alasan mengapa tuberkolosis ringan banyak terjadi pada anak-anak Bandung. Bisa dibilang normal kalau cuma sekedar bercak paru-paru itu dimaklumi. Nah, ketemu deh alasan kenapa nggak boleh keluar malem sering-sering.
Tahun 2007, udah kenceng banget nih niat mau sekolah. Semoga tidak ada kendala. Perubahan cuaca semakin menjadi. Mungkin karena iklim semakin rusak ya! Dan kebiasaan, budaya kali ya.. Di ruangan gue perokok berat. Alasannya, semua cowok normal kalau perlu inspirasi itu perlu stimulus, diantaranya dengan rokok. Duh, alas an ini nggak bisa gue terima! Masalah psikologis aja itu sih. Gue udah bilang berkali-kali, gue nggak tahan rokok. Dari udaranya aja, mat ague udah perih. Kalau menghirup asepnya, gue bener-bener jadi perokok pasif nih. Seandainya saja orang-orang mengerti. Dulu waktu pertama kali masuk, masih pake AC. Sekarang gue matiin karena kalau rokok bereaksi dengan AC akan berakibat lebih fatal dan sesek nafas gue! Musim pancaroba dating. Udara semakin dingin saat ini. Aku sudah tidak mengkonsumsi MSG lagi, tidak panas-panasan lagi, keluar malem pake jaket. Semuanya nggak gue langgar. Mungkin makan daging aja yang gue langgar abis. Bukan nggak mampu, cuma realistis aja deh nggak makan danging bikin gue lemes. Manusia itu kan omnivore, pemakan daging dan sayur. Pencernaan juga bilang kalo penghancuran daging itu cukup lama, lebih membuat orang menjadi kenyang. Bayangin aja kalo puasa gue nggak makan daging sama sekali? Pasti lemes. Medical check-up lagi dan hasilnya gue serius nggak bronchitis. Kalo gitu, gue ada harapan kuilah s2 di luar nih!
Kondisi gue drop beberapa waktu. Yang gue rasa adalah pusing, meler dan gue harus ke dokter. Dokter.. aku sakit lagi. Kenapa setiap pancaroba begini ya? Apa yang harus aku lakukan? Seandainya aku tau apa yang sebenarnya terjadi pada diriku..mungkin aku bisa mengantisipasi penyakit abstrak ini. Semoga ada jawabannya. Ada Kris dan Kiky yang punya penyakit asma nih. Fitri juga tuh. Cuma Fitri udah kebanyakan penyakit, gue maunya yang spesifik aja. Apa yang mereka rasakan ketika asmanya kambuh ya? Ketika ada seorang perokok mereka berdua terganggu minta ampun. Sama kayak gue. Kalau demam-demam apa mereka merasakan juga ya? Jawabannya iya. Mereka selalu melihat kondisi kalau terlalu capek, mereka mengurangi aktivitas. Seandainya asep rokok mereka sangat terganggu. Oh. Kiky, punya rujukan untuk periksa? Akhirnya, kiky ngasi nomer telfon. Kiky juga cerita kalau saudaranya diterapi dan akhirnya sembuh. Kalau aku di Bandung? Kiky belum punya rujukan dokter di Bandung. Klinik itu adanya di Jakarta.
Aku dateng ke dokter yang biasa aku datangi. Dokter bilang coba ke Kimia Farma di jalan Sulanjana, itu lebih spesifik kalau aku konsultasi ke beliau. Dokternya hanya ada di jumat setiap minggunya, jam 7 udah buka praktek. Aku pergi ke sana jumat sore. Dateng sore aja antriannya udah sampe nomer 6. Gimana kalau aku tadi terlambat datang ya? Jam 7, jam 8.. dokter bikin aku jengkel nih. Antiran 6 aja udah sampe selarut malam ini. Bagaimana nih! Jam praktek itu kan untuk bekerja pada seorang dokter. Ada-ada saja pengantri selipan. Terima mahasiswa konsultasi TA lah.. anaknya yang mau ketemu dokter juga. Kenapa tidak diluar jam praktek ya? Kalau jam 9 tidak ada panggilan untuk diriku konsultasi, aku tinggal saja dokter ini. Lain kali aku akan datang kembali. Sampai akhirnya, menjelang akhir bulan agustus aku masih belum dating ke dokter itu. Dan aku memutuskan puasa dulu, untuk segera berobat. Kalau puasa sama saja dengan dotox alami. Semoga kesehatanku kembali pulih dan aku bisa memutuskan aku ke dokter mana. Aku pergi ke dokter rujukan kiky. Kebetulan liburan lebaran di awal Oktober ini, memungkinkan aku untuk konsultasi ke dokter di Jakarta. Aku pergi konsultasi akhirnya. Aku agak malu mengakui kalau sebesar ini, aku masih ingusan, meler maksudnya haha.. Aku datang ditemani ibu dan adikku.
Aku telfon receptionist, bikin janji dan segera berangkat ke klinik. Ibu menemaniku ketika suster menanyaiku macam-macam mengenai riwayat alergi. Agak terkaget juga. Ibu ternyata punya alergi juga. Yang aku tahu beliau alergi debu. Kakakku juga. Aku mengambil beberapa lembar brosur mengenai asma dan alergi yang ada di klinik. Aku membacanya perlahan. Sekitar 20% orang menderita alergi dan faktor keturunana merupakan faktor cukup penting. Meskipun demikian si anak dapat mempunyai kepekaan terhadap allergen yang berbeda dari kedua orang tuanya. Gejala alergi dapat timbul pada semua usia. Wah, gue banget nih.. Baru sekarang gue nyadarnya. Aku sebenarnya sudah merasakan sejak SMP kelas 3. Aku tidak mengubrisnya. Aku merasa emosiku yang down karena suatu hal yang menyedihkan, aku tidak bisa mengungkapkan perasaan itu. Akhirnya badanku demam, dan aku rasa aku sakit gejala tipes. Aku demam, kepalaku pusing, berat sekali, ke dokter dan diagnosanya saat itu. Kalau dari brosur alergi pada dasarnya merupakan kelainan fisik. Reaksi kepekaan abnormal dari badanku terhadap zat-zat tertentu membuatku menderita. Bagaimanapun stress emosional yang berat, rasa takut, rasa cemas, amarah dan rasa jengkel dapat merangsang system saraf sehingga memperberat timbulnya gejala alergi. Oh, aku merasakanya. Aku mengakui memang itu yang terjadi sejak itu. Yang aku lakukan saat itu adalah aku bisa menghibur diri ketika beban emosonal mendera. Aku agak cuek dan kakak bilang aku memang orang yang seperti itu, mampu menghibur diri. Daya rekontruksi perasaan sangat baik. Aku yakin mungkin karena aku wanita, mampu menyembunyikan perasaan, mencoba bertindak setenang mungkin menghadapi stres dan aku tampak berhasil. Faktor pencetus lain yang penting adalah infeksi, asap rokok, cuaca dingin/panas, dan kelelahan membuat gejala alergiku timbul. Aku merasa beruntung mengunjungi klinik itu kali ini. Aku suka meler, dan dalam kondisi tertentu aku sulit bernafas karena mampet. Aku menderita. Aku bisa mengatasinya kali ini, aku telah berani untuk lebih perduli untuk masa depanku.
Ucap syukur yang aku lakukan saat ini. Bukan Lupus yang menyiksaku, aku alergi dan harus mengubah pola hidup. Aku akan merutinkan olahraga, meningkatkan ketahanan tubuh serta masak makanan sendiri uantuk menghindari MSG yang harus aku lakukan.
Ketika hampir setahun bekerja di sebuah Instansi Pemerintahan, sudah saatnya dilakukan tes kesehatan. Seberapa sehatkah Anda untuk menjadi seorang Pegawai kantor ini? Tubuh proporsional, dan hobi makan membuat gue sepertinya orang yang tidak berhak punya masalah dengan penyakit! Gue menjalani medical check-up akhirnya. Ambil darah, tes urine, foto toraks, ngk boleh puasa syarat kegiatan ini. Mungkin biar tau kondisi normalnya. Temen gue yang dari kantor 2 orang, udah ada masalah. Yang satu perokok, yang lainnya punya sederet riwayat penyakit, banyak.. dan akut. Sejak masuk udah lebih dari dua bulan akumulasi nggak masuknya.
Dua jam berlalu. Hah! Rujukan untuk ke lab anemia? Kenapa gue? Darah rendah? Salah banget! Gue nggak hobi marah-marah. Tes darah lagi gue. Ehe..waktu dites gue.. gue kenapa ya? Laju endap darah gue..susah berhenti gitu maksudnya? Minum vitamin K aja solusinya. Uhm..hasilnya keluar nih. Gue harus ketemu dokter niy, dokter jelasiiin..maksud semua ini! Hah! Gw dibilang berpotensi punya penyakit Lupus??? Suka makan permen karet gitu?
“Penyakit degradatif sekarang ini sudah banyak ragamnya. Saya juga agak kaget, dalam usia 24 tahun Anda sudah kena penyakit ini. Kamu harus jaga kesehatan. Jangan panas-panasan, pake payung kalo keluar siang-siang. Kurangin makan ber-MSG.” Dokter nerangin panjang lebar. Gue nggak bilang-bilang sama temen gue yang punya penyakit sederet, nggak bilang ke siapa-siapa deh. Walaupun dari muka, gue nggak bisa berbohong. Mulut bisa berbohong tapi reaksi tubuh tidak bisa. “Sakit apa loe? Kok ketemu dokternya kok lama?” “Yang konsultasi banyak, antrian deh. Makan yuk! Laper nih.” Pulang kantor gue ke warnet. Makin curiga temen gue.
Akh, cuek aja! Emang kalau punya penyakit, harus didiemin? Prinsip gue sih lebih baik mencegah daripada mengobati. Kaget dan penasaran terjadi saat ini.
Di har-hari berikutnya, gue akhirnya bilang. Gue ngerasa aneh nih sama penyakit gue. Makanya gue jadi makin rajin browsing di internet. Siapa yang nggak kaget mengenai kelainan ini. Dokter ngomong ada-ada aja. Gue jadi kepikiran nih! Kalau gue pikirin mulu nanti malah kejadian. Nggak mau ah! Lupus emang bahaya kalau dialami remaja wanita. Bisa diwariskan oleh gen X yang dibawa wanita. Pria juga punya kontribusi pada gen X-nya. Trus.. yang bikin serem lagi adalah Lupus pada akhirnya akan menyebabkan kebutaan pada penderitanya. Gangguan penglihatan ini disebabkan oleh abses otak yang merusak saraf penglihatan itu. Awalnya penderita tidak akan buta total, masih bias membedakan gelap dan terang, tapi flek pada otak tersebut yang menyebabkan terganggunya gangguan penglihatan. Nauzubillah min dzaliq. Parno nih gue baca artikel ini.
Dokter bilang..gue harus menghindari MSG, harus menjaga makan, kurangi makan daging dan jangan pergi panas-panasan itu. Gue ngurangin makan ber-MSG? Gue emang harus belajar masak nih! Jangan makan daging.. gue harus jadi vegetarian gitu? Kalo panas-panasan Insya Allah gue udah terlatih pake paying setiap panas-panasan. Orang-orang udah maklum dengan gue.
Setahun berlalu, gue masih penasaran dengan penyakit gue. Tahun kemaren gue foto thorax masih ada bercak. Sekarang masih ada nggak ya? Anak Jakarta bo! Nggak biasa pake jaket kalo pergi malem. Udara sejuk di malam hari ini sangat langka di Jakarta. Menikmati hidup itu perlu cuma kalo jadi bikin gue susah hidup, ya..pertimbangkan lagi aja deh. Nyokap bilang kalo jangan pergi malem-malem! Selain anak perempuan baik-baik itu emang nggak boleh pergi tanpa alasan untuk keluar malem..gue liat fenomena anak-anak Bandung, yang selalu pake jaket kalo keluar malem. Mungkin mereka nggak tahan dingin. Sok kuat banget gue! Sejujurnya, emang dingin sih.. Gue cari referensi lagi ah. Apa yang bikin kebiasaan orang-orang di sekitar gue ini. Secara geografis, Bandung itu berada dalam sebuah cekungan. Cekungan ini berada di dataran tinggi, dank arena sebuah cekungan udara terperangkap di dalamnya. Kalau dilihat dari fenomena pertukaran udara pada siang hari dan malam hari, teoti angin laut yang bertiup pada pagi hari dan angin daratan bertiup pada sore hari juga menjadi kendala kalau kondisinya berada pada cekungan. Udara tidak terjadi pergantian secara signifikan, tho! Medis juga punya alasan mengapa tuberkolosis ringan banyak terjadi pada anak-anak Bandung. Bisa dibilang normal kalau cuma sekedar bercak paru-paru itu dimaklumi. Nah, ketemu deh alasan kenapa nggak boleh keluar malem sering-sering.
Tahun 2007, udah kenceng banget nih niat mau sekolah. Semoga tidak ada kendala. Perubahan cuaca semakin menjadi. Mungkin karena iklim semakin rusak ya! Dan kebiasaan, budaya kali ya.. Di ruangan gue perokok berat. Alasannya, semua cowok normal kalau perlu inspirasi itu perlu stimulus, diantaranya dengan rokok. Duh, alas an ini nggak bisa gue terima! Masalah psikologis aja itu sih. Gue udah bilang berkali-kali, gue nggak tahan rokok. Dari udaranya aja, mat ague udah perih. Kalau menghirup asepnya, gue bener-bener jadi perokok pasif nih. Seandainya saja orang-orang mengerti. Dulu waktu pertama kali masuk, masih pake AC. Sekarang gue matiin karena kalau rokok bereaksi dengan AC akan berakibat lebih fatal dan sesek nafas gue! Musim pancaroba dating. Udara semakin dingin saat ini. Aku sudah tidak mengkonsumsi MSG lagi, tidak panas-panasan lagi, keluar malem pake jaket. Semuanya nggak gue langgar. Mungkin makan daging aja yang gue langgar abis. Bukan nggak mampu, cuma realistis aja deh nggak makan danging bikin gue lemes. Manusia itu kan omnivore, pemakan daging dan sayur. Pencernaan juga bilang kalo penghancuran daging itu cukup lama, lebih membuat orang menjadi kenyang. Bayangin aja kalo puasa gue nggak makan daging sama sekali? Pasti lemes. Medical check-up lagi dan hasilnya gue serius nggak bronchitis. Kalo gitu, gue ada harapan kuilah s2 di luar nih!
Kondisi gue drop beberapa waktu. Yang gue rasa adalah pusing, meler dan gue harus ke dokter. Dokter.. aku sakit lagi. Kenapa setiap pancaroba begini ya? Apa yang harus aku lakukan? Seandainya aku tau apa yang sebenarnya terjadi pada diriku..mungkin aku bisa mengantisipasi penyakit abstrak ini. Semoga ada jawabannya. Ada Kris dan Kiky yang punya penyakit asma nih. Fitri juga tuh. Cuma Fitri udah kebanyakan penyakit, gue maunya yang spesifik aja. Apa yang mereka rasakan ketika asmanya kambuh ya? Ketika ada seorang perokok mereka berdua terganggu minta ampun. Sama kayak gue. Kalau demam-demam apa mereka merasakan juga ya? Jawabannya iya. Mereka selalu melihat kondisi kalau terlalu capek, mereka mengurangi aktivitas. Seandainya asep rokok mereka sangat terganggu. Oh. Kiky, punya rujukan untuk periksa? Akhirnya, kiky ngasi nomer telfon. Kiky juga cerita kalau saudaranya diterapi dan akhirnya sembuh. Kalau aku di Bandung? Kiky belum punya rujukan dokter di Bandung. Klinik itu adanya di Jakarta.
Aku dateng ke dokter yang biasa aku datangi. Dokter bilang coba ke Kimia Farma di jalan Sulanjana, itu lebih spesifik kalau aku konsultasi ke beliau. Dokternya hanya ada di jumat setiap minggunya, jam 7 udah buka praktek. Aku pergi ke sana jumat sore. Dateng sore aja antriannya udah sampe nomer 6. Gimana kalau aku tadi terlambat datang ya? Jam 7, jam 8.. dokter bikin aku jengkel nih. Antiran 6 aja udah sampe selarut malam ini. Bagaimana nih! Jam praktek itu kan untuk bekerja pada seorang dokter. Ada-ada saja pengantri selipan. Terima mahasiswa konsultasi TA lah.. anaknya yang mau ketemu dokter juga. Kenapa tidak diluar jam praktek ya? Kalau jam 9 tidak ada panggilan untuk diriku konsultasi, aku tinggal saja dokter ini. Lain kali aku akan datang kembali. Sampai akhirnya, menjelang akhir bulan agustus aku masih belum dating ke dokter itu. Dan aku memutuskan puasa dulu, untuk segera berobat. Kalau puasa sama saja dengan dotox alami. Semoga kesehatanku kembali pulih dan aku bisa memutuskan aku ke dokter mana. Aku pergi ke dokter rujukan kiky. Kebetulan liburan lebaran di awal Oktober ini, memungkinkan aku untuk konsultasi ke dokter di Jakarta. Aku pergi konsultasi akhirnya. Aku agak malu mengakui kalau sebesar ini, aku masih ingusan, meler maksudnya haha.. Aku datang ditemani ibu dan adikku.
Aku telfon receptionist, bikin janji dan segera berangkat ke klinik. Ibu menemaniku ketika suster menanyaiku macam-macam mengenai riwayat alergi. Agak terkaget juga. Ibu ternyata punya alergi juga. Yang aku tahu beliau alergi debu. Kakakku juga. Aku mengambil beberapa lembar brosur mengenai asma dan alergi yang ada di klinik. Aku membacanya perlahan. Sekitar 20% orang menderita alergi dan faktor keturunana merupakan faktor cukup penting. Meskipun demikian si anak dapat mempunyai kepekaan terhadap allergen yang berbeda dari kedua orang tuanya. Gejala alergi dapat timbul pada semua usia. Wah, gue banget nih.. Baru sekarang gue nyadarnya. Aku sebenarnya sudah merasakan sejak SMP kelas 3. Aku tidak mengubrisnya. Aku merasa emosiku yang down karena suatu hal yang menyedihkan, aku tidak bisa mengungkapkan perasaan itu. Akhirnya badanku demam, dan aku rasa aku sakit gejala tipes. Aku demam, kepalaku pusing, berat sekali, ke dokter dan diagnosanya saat itu. Kalau dari brosur alergi pada dasarnya merupakan kelainan fisik. Reaksi kepekaan abnormal dari badanku terhadap zat-zat tertentu membuatku menderita. Bagaimanapun stress emosional yang berat, rasa takut, rasa cemas, amarah dan rasa jengkel dapat merangsang system saraf sehingga memperberat timbulnya gejala alergi. Oh, aku merasakanya. Aku mengakui memang itu yang terjadi sejak itu. Yang aku lakukan saat itu adalah aku bisa menghibur diri ketika beban emosonal mendera. Aku agak cuek dan kakak bilang aku memang orang yang seperti itu, mampu menghibur diri. Daya rekontruksi perasaan sangat baik. Aku yakin mungkin karena aku wanita, mampu menyembunyikan perasaan, mencoba bertindak setenang mungkin menghadapi stres dan aku tampak berhasil. Faktor pencetus lain yang penting adalah infeksi, asap rokok, cuaca dingin/panas, dan kelelahan membuat gejala alergiku timbul. Aku merasa beruntung mengunjungi klinik itu kali ini. Aku suka meler, dan dalam kondisi tertentu aku sulit bernafas karena mampet. Aku menderita. Aku bisa mengatasinya kali ini, aku telah berani untuk lebih perduli untuk masa depanku.
Ucap syukur yang aku lakukan saat ini. Bukan Lupus yang menyiksaku, aku alergi dan harus mengubah pola hidup. Aku akan merutinkan olahraga, meningkatkan ketahanan tubuh serta masak makanan sendiri uantuk menghindari MSG yang harus aku lakukan.
Kamis, 11 September 2008
Mencari Arena Bermain Baru
Indonesia dengan jumlah penduduk 230 juta jiwa merupakan pasar yang besar bagi setiap produk, tak terkecuali buku. Jumlah judul buku sebanyak 10.000 judul setiap tahunnya secara keseluruhan bagi negeri dengan jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa boleh dikatakan masih relative kecil di negara-negara maju, jumlah judul baru yang dihasilkan jauh lebih besar lagi. Di AS industri penerbitan bukunya menghasilkan bukunya menghasilkan 60.000 judul buku per tahun.
Karena lebih didasarkan oleh faktor semangat idealisme, maka jumlah judul yang dihasilkan oleh industri penerbitan buku di Indonesia, ternyata masih belum diimbangi dengan peningkatan sarana pemasaran dan distribusi.
Banyak perusahaan penerbitan yang mulai menghadapi masalah. Jumlah judul yang besar itu harus berebut tempat di toko-toko buku yang ukuran ruangan dan jumlahnya sangat terbatas.
Banyak judul buku yang terpaksa harus kembali ke gudang penerbitan tanpa sempat dikenal dan dibeli oleh masyarakat. Karena itu perlu upaya-upaya peningkatan promosi dan distribusi.
Jumlah 10.000 judul buku baru secara keseluruhan, bagi 225 juta penduduk Indonesia, sebenarnya adalah jumlah yang relatif kecil dan masih bisa ditingkatkan, asalkan saja kita berhasil memecahkan masalah-masalah sebagaimana yang telah diuraikan diatas.
Bila buku semakin terdistribusi dengan luas, maka harganya tentu akan lebih murah, dan bila harga lebih murah, maka akan lebih banyak lagi orang yang akan membeli dan membaca buku.
Dan bila lebih banyak lagi orang yang membeli dan membaca buku, maka akan lebih banyak lagi judul yang diterbitkan. Semakin banyak judul yang diterbitkan, maka akan semakin cerdaslah masyarakat, dengan semakin cerdas masyarakat, maka semakin berkembanglah industri penerbitan buku.
Peranan Distributor
Membangun jaringan distribusi sangat penting sebagai mata rantai yang berujung pada konsumen. Jaringan ini dibuat seefektif mungkin dan analisis media informasi dibuat secermat mungkin. Pembuatan media informasi pada penjualan buku, pengelola bias mencermati kemungkinan kebutuhan konsumen, mencermati kecenderungan apa yang sedang terjadi di masyarakat, sehingga bias mensiasati kegiatan menjual buku pada konsumennya.
Menghadapi kendala persaingan para distributor dengan merekontruksi pola managemen keungan, managemen pemasaran juga managemen sumberdaya manusianya. Mencari satu criteria yang mewakili citra distributor itu sendiri, dan menyatakan kalau criteria itu dibuat agar tidak terjadi tumpang tindih kesamaan dengan rekanan distributor yang diajak kerjasama.
Menurut Hermawan Kertajaya, untuk melahirkan suatu criteria produk diperlukan adanya positioning yang tepat, differensiasi terhadap produk lain, dan pengenalan merk yang kuat. Dalam industri buku, terutama sebagai pelaku distribusi, kita dituntut untuk memasarkan dan menjual buku sebanyak mungkin. Sementara lebih dari satu judul terbit setiap harinya dengan jumlah sekitar 2.000 eksemplar sekali cetak.
Kerjasama dan Promosi
Setiap buku yang terbit mempunyai target pembaca tersendiri, dan mengingat jumlah penduduk Indonesia seharusnya menjual buku dalam jumlah buku tersebut bukan hal yang sulit dilakukan. Namun banyak buku yang serupa dan rendahnya minat baca mengakibatkan masyarakat sangat selektif dalam membeli buku. Luas wilayah Indonesia juga menjadi kendala dalam mempromosikan dan mendistribusikan.
Pemetaan distribusi pada masyarakat pembaca bisa dimulai dari masyarakat kelas menengah keatas dan remaja. Menargetkan kebiasaan kelas ini bisa dilihat dari sisi psikologi perkembangannya. Anak-anak usia remaja sudah mulai meninggalkan kegiatan bermain aktif (Mayke S. Tedjasaputra). Kalangan menengah ke atas mulai menggunakan uangnya untuk kegiatan investasi dan sesuatu yang bisa dinikmati lama, dapat terlihat dengan adanya perpustakaan pribadi.
Persaingan distributor diperumit dengan kondisi bermunculanya took buku baru, menimbulkan adanya toko buku modern, took buku tradisional dan took buku alternative. Untuk kasus ini, distributor bias saling bekerjasama dengan distributor lain yang mempunyai misi sama. Dengan nilai-nilai yang sudah disepakati dalam melakukan pemawaran kepada konsumen. Misalnya, dengan memberikan informasi terkini mengenai buku terbaru secara berkelanjutan melalui media cetak maupun media elektronik. Informasi melalui media cetak dengan mensiasati kegiatan menjual buku dengan memberikan brosur yang disertai kegiatan selama setahun, sedangkan melalui media elektronik (internet) yang akhir-akhir ini mulai dilirik karena kemudahan mengakses percepatan informasi di seluruh tempat.
Momen Yang Tepat
Usaha promosi dengan menggelar bursa buku murah bermanfaat dalam menjaring informasi berkelanjutan atas apa yang sebenarnya sedang dibutuhkan pembaca, bisa dengan mengenalkan penulis baru yang bukunya masuk daftar best seller, mengadakan kuis dan lomba menulis. Membuat promosi dengan cara menjual buku bersamaan dengan buku-buku yang booming bahkan yang sudah dikenal di pasaran, bisa dimanfaatkan untuk ikut menjual buku lain yang belum popular. Kesempatan menganalisis perilaku konsumen, terbuka bagi penerbit dan penulis. Apakah perilaku untuk memiliki semua koleksi buku si penulis dari satu penerbit? Membuat kelompok pasar dengan memposisikan diri dalam pasar atau menganalisis produk-produk yang dapat dekat pada target konsumen.
Karena lebih didasarkan oleh faktor semangat idealisme, maka jumlah judul yang dihasilkan oleh industri penerbitan buku di Indonesia, ternyata masih belum diimbangi dengan peningkatan sarana pemasaran dan distribusi.
Banyak perusahaan penerbitan yang mulai menghadapi masalah. Jumlah judul yang besar itu harus berebut tempat di toko-toko buku yang ukuran ruangan dan jumlahnya sangat terbatas.
Banyak judul buku yang terpaksa harus kembali ke gudang penerbitan tanpa sempat dikenal dan dibeli oleh masyarakat. Karena itu perlu upaya-upaya peningkatan promosi dan distribusi.
Jumlah 10.000 judul buku baru secara keseluruhan, bagi 225 juta penduduk Indonesia, sebenarnya adalah jumlah yang relatif kecil dan masih bisa ditingkatkan, asalkan saja kita berhasil memecahkan masalah-masalah sebagaimana yang telah diuraikan diatas.
Bila buku semakin terdistribusi dengan luas, maka harganya tentu akan lebih murah, dan bila harga lebih murah, maka akan lebih banyak lagi orang yang akan membeli dan membaca buku.
Dan bila lebih banyak lagi orang yang membeli dan membaca buku, maka akan lebih banyak lagi judul yang diterbitkan. Semakin banyak judul yang diterbitkan, maka akan semakin cerdaslah masyarakat, dengan semakin cerdas masyarakat, maka semakin berkembanglah industri penerbitan buku.
Peranan Distributor
Membangun jaringan distribusi sangat penting sebagai mata rantai yang berujung pada konsumen. Jaringan ini dibuat seefektif mungkin dan analisis media informasi dibuat secermat mungkin. Pembuatan media informasi pada penjualan buku, pengelola bias mencermati kemungkinan kebutuhan konsumen, mencermati kecenderungan apa yang sedang terjadi di masyarakat, sehingga bias mensiasati kegiatan menjual buku pada konsumennya.
Menghadapi kendala persaingan para distributor dengan merekontruksi pola managemen keungan, managemen pemasaran juga managemen sumberdaya manusianya. Mencari satu criteria yang mewakili citra distributor itu sendiri, dan menyatakan kalau criteria itu dibuat agar tidak terjadi tumpang tindih kesamaan dengan rekanan distributor yang diajak kerjasama.
Menurut Hermawan Kertajaya, untuk melahirkan suatu criteria produk diperlukan adanya positioning yang tepat, differensiasi terhadap produk lain, dan pengenalan merk yang kuat. Dalam industri buku, terutama sebagai pelaku distribusi, kita dituntut untuk memasarkan dan menjual buku sebanyak mungkin. Sementara lebih dari satu judul terbit setiap harinya dengan jumlah sekitar 2.000 eksemplar sekali cetak.
Kerjasama dan Promosi
Setiap buku yang terbit mempunyai target pembaca tersendiri, dan mengingat jumlah penduduk Indonesia seharusnya menjual buku dalam jumlah buku tersebut bukan hal yang sulit dilakukan. Namun banyak buku yang serupa dan rendahnya minat baca mengakibatkan masyarakat sangat selektif dalam membeli buku. Luas wilayah Indonesia juga menjadi kendala dalam mempromosikan dan mendistribusikan.
Pemetaan distribusi pada masyarakat pembaca bisa dimulai dari masyarakat kelas menengah keatas dan remaja. Menargetkan kebiasaan kelas ini bisa dilihat dari sisi psikologi perkembangannya. Anak-anak usia remaja sudah mulai meninggalkan kegiatan bermain aktif (Mayke S. Tedjasaputra). Kalangan menengah ke atas mulai menggunakan uangnya untuk kegiatan investasi dan sesuatu yang bisa dinikmati lama, dapat terlihat dengan adanya perpustakaan pribadi.
Persaingan distributor diperumit dengan kondisi bermunculanya took buku baru, menimbulkan adanya toko buku modern, took buku tradisional dan took buku alternative. Untuk kasus ini, distributor bias saling bekerjasama dengan distributor lain yang mempunyai misi sama. Dengan nilai-nilai yang sudah disepakati dalam melakukan pemawaran kepada konsumen. Misalnya, dengan memberikan informasi terkini mengenai buku terbaru secara berkelanjutan melalui media cetak maupun media elektronik. Informasi melalui media cetak dengan mensiasati kegiatan menjual buku dengan memberikan brosur yang disertai kegiatan selama setahun, sedangkan melalui media elektronik (internet) yang akhir-akhir ini mulai dilirik karena kemudahan mengakses percepatan informasi di seluruh tempat.
Momen Yang Tepat
Usaha promosi dengan menggelar bursa buku murah bermanfaat dalam menjaring informasi berkelanjutan atas apa yang sebenarnya sedang dibutuhkan pembaca, bisa dengan mengenalkan penulis baru yang bukunya masuk daftar best seller, mengadakan kuis dan lomba menulis. Membuat promosi dengan cara menjual buku bersamaan dengan buku-buku yang booming bahkan yang sudah dikenal di pasaran, bisa dimanfaatkan untuk ikut menjual buku lain yang belum popular. Kesempatan menganalisis perilaku konsumen, terbuka bagi penerbit dan penulis. Apakah perilaku untuk memiliki semua koleksi buku si penulis dari satu penerbit? Membuat kelompok pasar dengan memposisikan diri dalam pasar atau menganalisis produk-produk yang dapat dekat pada target konsumen.
Pria dihatiku
Kemaren, waktu lagi jalan-jalan di sebuah pusat penelitian. Aku ketemu senior…senior banget sih, mbah-nya mungkin. Beliau jadi baca blog-ku. Aku bukan mau pamer atau narsis, aku hanya ingin berbagi dengan siapa pun, yang peduli dengan kisahku. Waktu itu nulis mengenai kue cinta. Haha… tulisan itu kadang emang menjadikan orang yang membacanya terharu biru. Bukan karena aku mengalaminya, cuma aku harus peduli dengan perasaan hati seorang pencinta. Ciele.
Aku tidak bisa memaksa perasaan yang kadang jatih tiba-tiba. Atau mengatur harus jatuh cinta sama siapa. Atau memilih sosok yang sebenarnya dari dulu ingin dihindari, nih cowok cool banget. Aku ketemu sama “sang Jaka” itu akhir tahun lalu. Tahun 2007. Aku pernah ketemu dia pertama kali waktu ketemu di sebuah warung makan, cuma nunggu temennya, temenku juga. Nggak senagaja. Secara fisik, anak manis, sukanya pake baju hitam, alisnya tebel, tatapannya itu bo, kayak cyclpos. Dinding hatiku yang beku, dengan tatapan matanya, mencair perlahan. Dia bukan tipe cowok oke yang tidak suka mempermainkan hati wanita. Aku hanya menangkap itu waktu itu. Terus dia hilang. Aku nggak tau harus alesan apa biar bisa kontak dia. Duh, muter otak nih. Ada suatu tuntutan pekerjaan nih, aku mau kontak dia. Aku bilang mau kenal sama kakaknya, yang persis banget temenan soulmate sama temanku yang ngenalin aku di warung makan waktu itu. Trus aku dikasi nomer HP adiknya, si cowok cool Jejaka Oke malem itu. Ouw..hatiku berdebar tak menentu.
“Nggi, coba kontak si X (masih rahasia ah..) dia udah biasa jadi astrada juga. Soal budgeting dia udah nguasain juga. Si Atun sibuk, dia mau ke Belanda. Nggi, gw bahagia banget.. sama temen gw. Gw mau curhatan dulu ya.” Temenku percaya kalau aku amanah sama semua yang sudah dipercayakan.
Yang aku lakukan saat itu adalah memendam keinginan untuk nelfon nomer ini. Alasannya, belum yakin aku sudah berani untuk salting ketemuan sama dia. Gw kalo suka sama orang, kadang-kadang ngomong aja suka ngk lancar. Kalo ngomong nggak nyambung, bisa gawat nih urusan. Mana masih jadi bawahan, mending menata hati dan menata pikiran dulu, biar sinkron. Kecepatan berpikir itu penting, tapi kalo mulut salah ngomong, bisa ketauan.
Day by day.. aku akhirnya ketemuan sama dia, alesannya follow up mengenai ludruk di akhir November itu. Aku bilang aku punya banyak ide untuk di-share nih. Masalahnya, gw nggak bias kerja sendiri. Aku adalah mahluk sosial yang perlu tim khusus untuk merealisasikan ide brilliant-ku itu.
“Kemaren aku ketemu mas Garin, plafon biayanya tinggi banget nih. Belum lagi jarak ke Jakarta, luar kota dan dengan profesionalisme beliau sudah dipastikan dananya cukup besar merealisasikan ide ini,” punya solusi untuk masalah ini?” kata-kata itu keluar satu per satu dan cukup mengalir normal. Aku melihat tatapan coolnya. Kata-kata solutif yang dia keluarkan, membuatku merasa ada pendamping yang bersama kita bisa. Aku yakin proyek ini akan berjalan mulus. Aku punya bahan, skill dia yang bagus dan sudah teruji, kami menunggu moment yang tepat.
Sejak saat itu hubungan kami jadi cair dan saling mengaliri pertemuan-pertemuan kami selanjutnya. Aku melihat dia dari hati, dan mengena ke hati juga. Apakah dia pahami atau tidak, kadang keluar dari kata-kata nya yang terucapkan. Aku tau dia bukan tipe pria yang mempermainkan perasaan wanita. Aku tenang di sampingnya. Dia tipe saintish geologi yang ngerti dengan seni mengemas keindahan. Pastinya banyak wanita yang mengaguminya. Cewek-cewek remaja mana nggak akan suka, yang matanya bolor sekalipun akan bilang dia charming. Aku puas waktu dia nanya, “Akhir tahun baru kemana?”tanyanya. Aku menjawab,”Pulang ke Jakarta. Papaku bilang pulang ke Jakarta. Beliau membujukku. Papaku khawatir aku sendirian di Bandung”. Dia mengucapkan sesuatu yang tak kusangka, “ Kenapa takut sendirian di Bandung, kan bisa gabung sama aku di Bandung, aku sudah menyiapkan beberapa acara disini. Aku sudah beli beberapa kardus kembang api dan air mancur. Nanti malem tahun baruan kita ke loteng”. Wanita mana yang tidak leleh mendengar ajakan itu. Pipiku merona merah sekali. Ajakan seperti itu mana mungkin kutolak. Aku menyukai ide sederhana yang indah itu. Hubungan kami berlanjut dan aku sering menelfon atau menerima telfon darinya. Yang aku rasakan saat itu adalah doaku terjawab sudah. Ada pria manis yang berkenalan denganku. Yang aku lakukan sejak saat itu adalah memantaince hubungan kami. Dan aku menganggapnya sebagai teman seperjuangan, kita punya visi yang sama dan cukup nyaman dengan idealisme masing-masing. Ya.. hatiku berwarna ceraaah sekali sejak aku merasakan hadirnya perasaan itu. Aku mungkin terlalu lugu. Dia mengerti perasaanku walaupun ada sisi lain dari dirinya yang membuatku waspada. Aku bersyukur akhirnya aku menemukannya.
Aku tidak bisa memaksa perasaan yang kadang jatih tiba-tiba. Atau mengatur harus jatuh cinta sama siapa. Atau memilih sosok yang sebenarnya dari dulu ingin dihindari, nih cowok cool banget. Aku ketemu sama “sang Jaka” itu akhir tahun lalu. Tahun 2007. Aku pernah ketemu dia pertama kali waktu ketemu di sebuah warung makan, cuma nunggu temennya, temenku juga. Nggak senagaja. Secara fisik, anak manis, sukanya pake baju hitam, alisnya tebel, tatapannya itu bo, kayak cyclpos. Dinding hatiku yang beku, dengan tatapan matanya, mencair perlahan. Dia bukan tipe cowok oke yang tidak suka mempermainkan hati wanita. Aku hanya menangkap itu waktu itu. Terus dia hilang. Aku nggak tau harus alesan apa biar bisa kontak dia. Duh, muter otak nih. Ada suatu tuntutan pekerjaan nih, aku mau kontak dia. Aku bilang mau kenal sama kakaknya, yang persis banget temenan soulmate sama temanku yang ngenalin aku di warung makan waktu itu. Trus aku dikasi nomer HP adiknya, si cowok cool Jejaka Oke malem itu. Ouw..hatiku berdebar tak menentu.
“Nggi, coba kontak si X (masih rahasia ah..) dia udah biasa jadi astrada juga. Soal budgeting dia udah nguasain juga. Si Atun sibuk, dia mau ke Belanda. Nggi, gw bahagia banget.. sama temen gw. Gw mau curhatan dulu ya.” Temenku percaya kalau aku amanah sama semua yang sudah dipercayakan.
Yang aku lakukan saat itu adalah memendam keinginan untuk nelfon nomer ini. Alasannya, belum yakin aku sudah berani untuk salting ketemuan sama dia. Gw kalo suka sama orang, kadang-kadang ngomong aja suka ngk lancar. Kalo ngomong nggak nyambung, bisa gawat nih urusan. Mana masih jadi bawahan, mending menata hati dan menata pikiran dulu, biar sinkron. Kecepatan berpikir itu penting, tapi kalo mulut salah ngomong, bisa ketauan.
Day by day.. aku akhirnya ketemuan sama dia, alesannya follow up mengenai ludruk di akhir November itu. Aku bilang aku punya banyak ide untuk di-share nih. Masalahnya, gw nggak bias kerja sendiri. Aku adalah mahluk sosial yang perlu tim khusus untuk merealisasikan ide brilliant-ku itu.
“Kemaren aku ketemu mas Garin, plafon biayanya tinggi banget nih. Belum lagi jarak ke Jakarta, luar kota dan dengan profesionalisme beliau sudah dipastikan dananya cukup besar merealisasikan ide ini,” punya solusi untuk masalah ini?” kata-kata itu keluar satu per satu dan cukup mengalir normal. Aku melihat tatapan coolnya. Kata-kata solutif yang dia keluarkan, membuatku merasa ada pendamping yang bersama kita bisa. Aku yakin proyek ini akan berjalan mulus. Aku punya bahan, skill dia yang bagus dan sudah teruji, kami menunggu moment yang tepat.
Sejak saat itu hubungan kami jadi cair dan saling mengaliri pertemuan-pertemuan kami selanjutnya. Aku melihat dia dari hati, dan mengena ke hati juga. Apakah dia pahami atau tidak, kadang keluar dari kata-kata nya yang terucapkan. Aku tau dia bukan tipe pria yang mempermainkan perasaan wanita. Aku tenang di sampingnya. Dia tipe saintish geologi yang ngerti dengan seni mengemas keindahan. Pastinya banyak wanita yang mengaguminya. Cewek-cewek remaja mana nggak akan suka, yang matanya bolor sekalipun akan bilang dia charming. Aku puas waktu dia nanya, “Akhir tahun baru kemana?”tanyanya. Aku menjawab,”Pulang ke Jakarta. Papaku bilang pulang ke Jakarta. Beliau membujukku. Papaku khawatir aku sendirian di Bandung”. Dia mengucapkan sesuatu yang tak kusangka, “ Kenapa takut sendirian di Bandung, kan bisa gabung sama aku di Bandung, aku sudah menyiapkan beberapa acara disini. Aku sudah beli beberapa kardus kembang api dan air mancur. Nanti malem tahun baruan kita ke loteng”. Wanita mana yang tidak leleh mendengar ajakan itu. Pipiku merona merah sekali. Ajakan seperti itu mana mungkin kutolak. Aku menyukai ide sederhana yang indah itu. Hubungan kami berlanjut dan aku sering menelfon atau menerima telfon darinya. Yang aku rasakan saat itu adalah doaku terjawab sudah. Ada pria manis yang berkenalan denganku. Yang aku lakukan sejak saat itu adalah memantaince hubungan kami. Dan aku menganggapnya sebagai teman seperjuangan, kita punya visi yang sama dan cukup nyaman dengan idealisme masing-masing. Ya.. hatiku berwarna ceraaah sekali sejak aku merasakan hadirnya perasaan itu. Aku mungkin terlalu lugu. Dia mengerti perasaanku walaupun ada sisi lain dari dirinya yang membuatku waspada. Aku bersyukur akhirnya aku menemukannya.
Senin, 25 Agustus 2008
RESEP KUE CINTA
BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang)
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu
tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
- Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP & KASIH" yang telah memiliki sertifikat
ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus
ikhlas
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata
sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta
- Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
- Kue siap dinikmati
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!
Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...
(made by 'love' bakery')
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang)
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu
tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
- Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP & KASIH" yang telah memiliki sertifikat
ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus
ikhlas
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata
sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta
- Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
- Kue siap dinikmati
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!
Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...
(made by 'love' bakery')
He’s Just Not That Into You
Enam kata ini sangat membebaskan perempuan di seluruh dunia, terutama untuk Anda yang masih terombang-ambing, “Dia sebenarnya suka enggak sih?” Tidak percaya?
Belakangan ini Anda berkencan dengan seorang lelaki spesial. Saling bergandengan tangan dan menatap penuh kasih sayang sudah menjadi kebiasaan baru setiap kali keluar untuk makan malam atau menon¬ton. Dua minggu kemudian, ia tidak bisa melanjut¬kan kebiasaan tersebut, entah karena ada masalah dengan sang ibu di rumah, banyak kerjaan, atau punya anjing kecil baru yang merepotkan. Tanpa Anda sadari, ia melontarkan kebutuhan untuk sendiri dulu atau belum mau terikat. Lalu, menghilang sekian lama sampai-sampai Anda sudah lupa siapa sih laki-laki ganteng yang dulu sempat Anda taksir itu.
Kejadian yang terdengar familiar? Ya, harus diakui, semua perempuan pasti pemah melalui tahap itu. Menghabiskan waktu berabad-abad menunggu di samping telepon, mengarang alasan atas kealpaan calon dambaan hati: "Ah, rnungkin ia tiba-tiba kecelakaan mengalami amnesia permanen." "Mungkin handphone-nya
yang, sementara di dalamnya ada nornor saya." Dan seterusnya dan seterusnya. Anda sendiri terjebak di pemikiran, "Seharusnya saya lu itu tidak terlalu rnemojokkan atau rnengkritisi anjing yang sangat disayanginya." Bla, bla, bla.
Padahal, tahukah Anda, BUKAN Anda yang sedang bermasalah. Tapi si laki-laki itu yang panahnya memang tidak mengarah ke hati Anda. "He's just not that into you," kata pakar kencan, mantan editor cerita kontroversial Sex and The City, sekaligus penulis buku "5 Just Not That Into You: The No-Excuses Truth To
Understanding Guys, Greg Behrendt dan liz Tuccillo.
Kalimat yang sama juga menjadi kata-kata ikon dalam Oprah 'Winfrey Show. Berkali-kali Oprah rneneriakkan, "He's just not that into you," pada setiap kasus percintaan penonton setianya yang gagal. Buku populer ini alhasil membawa efek yang rnenakjubkan pada penjualan buku tersebut 1,2 juta kopi dalarn 3 bulan terhitung sejak diterbitkan pada September 2004. Apalagi dalam salah satu episode Sex and The City diceritakan kasus Miranda yang pusing dikirimkan berbagai pesan terselubung pada lelaki idamannya namun tidak mendapat menanggapi dengan keras, "He's just not that into you!" Miranda dan tersadar dlan melanjutkan hidupnya.
Mendengar apa yang kita ingin dengar
Kenapa kalimat yang begitu sederhana bisa rnenjelaskan banyak hal? Kepastian yang memberi jawaban atas penantian cinta semua perempuan. Mungkin karena itu yang kita benar-benar BUTUH. Seperti seorang sahabat yang membuka mata terhadap kenyataan, walaupun ia tidak mengungkapkan pernyataan yang INGIN kita dengar, tapi apa yang SEHARUSNYA kita dengar.
Sahabat yang baik (menurut definisi kita sendiri) tidak akan bahwa Anda bertepuk sebelah tangan, kan? Hayo? Karena Anda pasti akan sakit hati rnendengarnya. Padahal itulah kebenaran. Makanya lebih banyak sahabat yang memilih jalan damai dibanding berkonfrontasi dan kehilangan teman. Kenapa? Kita menganggap berpegang pada harapan-tak peduli betapa tidak realistisnya harapan itu-yang membuka kesempatan menemukan belahan jiwa.
Bayangkan diri Anda masuk ke dalam kehidupan Amanda atau Mandy. Perempuan 27 tahun ini kesengsem berat dengan seorang eksekutif periklanan yang simpatik dan cerdas sesudah mereka suk¬ses berkencan dalam sebuah makan malam yang dilanjutkan dengan acara menonton. Namun, Tom menghilang begitu saja tanpa rnene¬lepon sekalipun selama satu minggu. Ketika Mandy tanya, jawaban-nya, "Saya berharap bisa bertemu kamu tapi proyek kali ini rnenyita waktu sekali, sayang. Sungguh membuatku sendiri hampir gila!"
Teman-teman terdekat Mandy duduk berkeliling untuk meladeni perdebatan hati Mandy. "Telepon lagi enggak, ya?" Beramai-ramai mencari alasan, "Siapa tahu ia hendak dipromosikan?" Lalu berkomentar, "Barangkali kamunya yang terlalu berbuka hati, jadi laki-laki tidak tertantang untuk rnengejar." Tidak sekalipun atau satu pun di antara mereka yang celetuk, "He's just not that into you. Dia tidak tertarik."
Apa yang terjadi? Mandy terus menjadi teman perempuan Tom yang sangat pengertian. Loncat sana, loncat sini untuk mencari kesempatan dalam kesempitan untuk bertemu Tom. Dari seminggu sekali rnenjadi dua minggu sekali. Dua bulan sudah berlalu, Mandy mengumpulkan kekuatan untuk mengorek sendiri pada Tom, "Mau kamu bawa ke mana hubungan ini?"
Toni rnenggerutu, "Saya terjebak dalam ambisi mengejar karier. Tentu saja saya menyukai kamu, tapi tidak bisa lagi memi¬kirkan usaha lain untuk mengantisipasinya. Bagaimana kalau kita mundur sedikit dan menjadi teman biasa?" Aliran hangat menjalari pipi Mandy. Perkataan Tom layaknya tamparan di pipi. Kendati begitu, kini Mandy sudah mendapat pesan Tom dengan jernih.
Kalau saja Mandy telah selesai membaca perkataan Greg Behrendt: "Laki-Iaki itu bukan makhluk kompleks walaupun kami lebih suka kalian anggap demikian." Mungkin ia tidak perlu membuang-buang waktu dan tenaga untuk menunggu disakiti Tom.
Yah, tentu saja bukan maksud saya untuk langsung memberikan ultimatum setelah si dia tidak kedengaran kabar beritanya dalam 1 x 24 jam. Cukup mengingatkan Anda untuk memikirkan kalimat "he's just not that into you" setiap kali jalan mulai membentuk cabang¬-cabang tidak jelas di depan Anda yang kesemuanya menuju ke harapan palsu. "Bagaimana kalau dia...?" Begitu Anda tidak terlalu yakin, pindah ke lelaki lain yang lebih menjanjikan. Persis seperti yang dilakukan Magnolia atau Lia.
Lia, seorang account manager berusia 29 tahun, sedang serius menjalani sebuah hubungan dengan David. David yang selalu ada setiap lia butuhkan ini ternyata berkata lain di depan teman--temannya. " lia terlalu lambat dan terlalu ramah," tanpa dijelaskan lebih lanjut. Pastinya ini mengganggu lia saat ia mengetahuinya.
Bila lelaki Anda tidak berjuang cukup keras untuk Anda
berarti tidak akan ada kisah cinta hidup bahagia selamanya. Lalu, Anda bisa memutuskan apakah dia sang belahan jiwa atau bukan.
Pertikaian tidak bisa dihindari. Putus telah terjadi beberapa kali dan jumlahnya sama dengan ucapan "maaf" dan "kangen" yang dilontarkan David. Tapi masalah tidak pernah selesai. ltu dia yang menjadi pemicu bagi Lia untuk berpikir ulang, "Apakah dia orang yang selama ini saya cari? Atau bukan?"
Coba aplikasikan pedoman "he's just not that into you" ke kasus lia. Sudah si David melakukan kekerasan verbal kepada lia, kerap bohong, tidak bisa menunjukkan kualitas lebih dari diri lia, dan menganggap hubungan mereka sebagai mainan yang bisa diputus dan disambung kapan saja. Apakah hubungan itu sehat bila hanya dibina dengan prosesi antar-jemput dan saling telepon Anda yakin perilaku David menunjukkan tanda-tanda orang yang jatuh cinta pada Lia?
apa yang laki-laki sembunyikan dari anda
Kita sepertinya harus menjadi pribadi yang siap tempur berhadapan dengan kenyataan. Dalam cerita ini, laki-Iaki tampak bagai pramuka yang gemar membuat simpul ruwet. Meninggalkan perempuan dengan ketidakjelasan pertanyaan klasik, "Apakah ia orang yang saya cari?" Bagus kalau dengan besar hati mereka mengakui, "Saya tidak tertarik untuk melanjutkan hubungan lebih jauh dengan karnu."
Apa ini semacam hobi? "Mumi cerminan sifat pengecut," ungkap George, 36, business development manager. "Saya, dan juga laki-Iaki lain, tahu bila kami bicara jujur, yah tahulah apa yang akan terjacli. Saya tidak bisa berhadapan dengan tangis dan histeria. Tapi mungkin saya akan mencoba menjadi orang paling menyebalkan sedunia supaya ia memutuskan saya dengan senang hati." Puas dengan jawaban George? Bisa dibilang, dia tidak sepenuhnya egois. Kebanyakan laki-Iaki tetap memikirkan efeknya untuk kita.
Surya, 25, bartender, menjelaskan, "Bahkan ketika saya tidak lagi menyukai seorang perempuan, tetap ada kewajiban untuk memberi alasan. Siapa sih yang mau jadi tokoh antagonis?"
Greg Behrendt dalam bukunya mengakui, "Kami lebih baik kehilangan tangan dibanding harus bicara apa adanya." Wah, mereka memilih terbunuh daripada mendengar tangis atau teriakan kita!
Ada sedikit bocoran bagaimana mendeteksi rasa suka mereka terhadap perempuan: laki-Iaki gemar berburu. Bila laki-Iaki menyu¬kai perempuan, ia tidak akan ragu untuk membuka perasaan, atau rahasianya. Dan, cerita berlanjut. Jadi bila lelaki Anda tidak berpeluang cukup keras untuk Anda berarti tidak akan ada kisah cinta hidup bahagia selamanya. Lalu, Anda bisa memutuskan apakah dia sang belahan jiwa atau bukan. Tidak ada wilayah abu-abu di tengahnya.
Benar, laki-Iaki punya latar belakang sendiri kenapa memutuskan hubungan. Apa pun itu, pertanyaan selanjutnya adalah apakah Anda menginginkan pasangan yang tidak yakin dengan keinginannya? Bersama Anda atau tidak? Kita sering kali tertangkap sedang berpikir apa yang pasangan inginkan tapi melupakan kebutuhan signifikan dari diri sendiri. Semua orang berhak merasa bahagia, lho.
Masukan Greg Behrendt: jangan takut untuk membuat standar lebih tinggi. Bila Anda tertumbuk pada tembok buntu, tidak perlu kecil hati. Anda perlu menyayangi diri sendiri. Nah, bukankah itu membebaskan? Sekarang, ambil napas panjang dan ikuti saya, "He's just not that into me. Sama sekali tidak layak." .
HE’S NOT INTO YOU ketika…
Tidak ada inisiatif mendekatkan diri pada Anda. Kalau memang tertarik, ia akan menelepon dan mengharapkan pertemuan sebisa mungkin. Kalaupun tidak sempat, paling tidak memberi alternative dengan mudahnya.
Tidak memberi kabar. Semua laki-laki tahu cara memencet tombol telfon, kan? Sekedar bertanya kabar, toh tidak menyulitkan untuk menunjukkan bahwa ia sedang memikirkan Anda.
“Cukup dengan berteman, kan?” Dan, tidak ada kemungkinan menjadi pasangan di tahun 2101. Terus, buat apa lagi?
Memprioritaskan kesibukkan. Apa dia sesibuk presiden? Politikus saja masih punya waktu untuk orang-orang tersayang mereka. Sibuk adalah alasan terburuk.
He won’t MARRY you. Jika pernikahan memang tujuan Anda, tidak perlu repot membangun fondasi dengan pasangan yang tidak punya visi sama. Belahan jiwa Anda ternyata bukan tiket menuju kebahagiaan.
Putus sambung berjuta kali. Kecuali, dia selalu memohon Anda kembali dengan maaf yang tidak cuma di bibir. Ít ain’t over ‘till it’s over”, kata Lenny Kravitz
Si egois yang gemar menekan verbal maupun fisik. Tidak ada justufikasi lagi. Next!!!
Menghilang entah kemana. Seberapa besar kemungkinan seseorang mengalami kecelakaan dan meninggal? Paling ia pergi karena takut mengungkapkan kebenaran.
Sumber : He’s Just Not That Into You
Belakangan ini Anda berkencan dengan seorang lelaki spesial. Saling bergandengan tangan dan menatap penuh kasih sayang sudah menjadi kebiasaan baru setiap kali keluar untuk makan malam atau menon¬ton. Dua minggu kemudian, ia tidak bisa melanjut¬kan kebiasaan tersebut, entah karena ada masalah dengan sang ibu di rumah, banyak kerjaan, atau punya anjing kecil baru yang merepotkan. Tanpa Anda sadari, ia melontarkan kebutuhan untuk sendiri dulu atau belum mau terikat. Lalu, menghilang sekian lama sampai-sampai Anda sudah lupa siapa sih laki-laki ganteng yang dulu sempat Anda taksir itu.
Kejadian yang terdengar familiar? Ya, harus diakui, semua perempuan pasti pemah melalui tahap itu. Menghabiskan waktu berabad-abad menunggu di samping telepon, mengarang alasan atas kealpaan calon dambaan hati: "Ah, rnungkin ia tiba-tiba kecelakaan mengalami amnesia permanen." "Mungkin handphone-nya
yang, sementara di dalamnya ada nornor saya." Dan seterusnya dan seterusnya. Anda sendiri terjebak di pemikiran, "Seharusnya saya lu itu tidak terlalu rnemojokkan atau rnengkritisi anjing yang sangat disayanginya." Bla, bla, bla.
Padahal, tahukah Anda, BUKAN Anda yang sedang bermasalah. Tapi si laki-laki itu yang panahnya memang tidak mengarah ke hati Anda. "He's just not that into you," kata pakar kencan, mantan editor cerita kontroversial Sex and The City, sekaligus penulis buku "5 Just Not That Into You: The No-Excuses Truth To
Understanding Guys, Greg Behrendt dan liz Tuccillo.
Kalimat yang sama juga menjadi kata-kata ikon dalam Oprah 'Winfrey Show. Berkali-kali Oprah rneneriakkan, "He's just not that into you," pada setiap kasus percintaan penonton setianya yang gagal. Buku populer ini alhasil membawa efek yang rnenakjubkan pada penjualan buku tersebut 1,2 juta kopi dalarn 3 bulan terhitung sejak diterbitkan pada September 2004. Apalagi dalam salah satu episode Sex and The City diceritakan kasus Miranda yang pusing dikirimkan berbagai pesan terselubung pada lelaki idamannya namun tidak mendapat menanggapi dengan keras, "He's just not that into you!" Miranda dan tersadar dlan melanjutkan hidupnya.
Mendengar apa yang kita ingin dengar
Kenapa kalimat yang begitu sederhana bisa rnenjelaskan banyak hal? Kepastian yang memberi jawaban atas penantian cinta semua perempuan. Mungkin karena itu yang kita benar-benar BUTUH. Seperti seorang sahabat yang membuka mata terhadap kenyataan, walaupun ia tidak mengungkapkan pernyataan yang INGIN kita dengar, tapi apa yang SEHARUSNYA kita dengar.
Sahabat yang baik (menurut definisi kita sendiri) tidak akan bahwa Anda bertepuk sebelah tangan, kan? Hayo? Karena Anda pasti akan sakit hati rnendengarnya. Padahal itulah kebenaran. Makanya lebih banyak sahabat yang memilih jalan damai dibanding berkonfrontasi dan kehilangan teman. Kenapa? Kita menganggap berpegang pada harapan-tak peduli betapa tidak realistisnya harapan itu-yang membuka kesempatan menemukan belahan jiwa.
Bayangkan diri Anda masuk ke dalam kehidupan Amanda atau Mandy. Perempuan 27 tahun ini kesengsem berat dengan seorang eksekutif periklanan yang simpatik dan cerdas sesudah mereka suk¬ses berkencan dalam sebuah makan malam yang dilanjutkan dengan acara menonton. Namun, Tom menghilang begitu saja tanpa rnene¬lepon sekalipun selama satu minggu. Ketika Mandy tanya, jawaban-nya, "Saya berharap bisa bertemu kamu tapi proyek kali ini rnenyita waktu sekali, sayang. Sungguh membuatku sendiri hampir gila!"
Teman-teman terdekat Mandy duduk berkeliling untuk meladeni perdebatan hati Mandy. "Telepon lagi enggak, ya?" Beramai-ramai mencari alasan, "Siapa tahu ia hendak dipromosikan?" Lalu berkomentar, "Barangkali kamunya yang terlalu berbuka hati, jadi laki-laki tidak tertantang untuk rnengejar." Tidak sekalipun atau satu pun di antara mereka yang celetuk, "He's just not that into you. Dia tidak tertarik."
Apa yang terjadi? Mandy terus menjadi teman perempuan Tom yang sangat pengertian. Loncat sana, loncat sini untuk mencari kesempatan dalam kesempitan untuk bertemu Tom. Dari seminggu sekali rnenjadi dua minggu sekali. Dua bulan sudah berlalu, Mandy mengumpulkan kekuatan untuk mengorek sendiri pada Tom, "Mau kamu bawa ke mana hubungan ini?"
Toni rnenggerutu, "Saya terjebak dalam ambisi mengejar karier. Tentu saja saya menyukai kamu, tapi tidak bisa lagi memi¬kirkan usaha lain untuk mengantisipasinya. Bagaimana kalau kita mundur sedikit dan menjadi teman biasa?" Aliran hangat menjalari pipi Mandy. Perkataan Tom layaknya tamparan di pipi. Kendati begitu, kini Mandy sudah mendapat pesan Tom dengan jernih.
Kalau saja Mandy telah selesai membaca perkataan Greg Behrendt: "Laki-Iaki itu bukan makhluk kompleks walaupun kami lebih suka kalian anggap demikian." Mungkin ia tidak perlu membuang-buang waktu dan tenaga untuk menunggu disakiti Tom.
Yah, tentu saja bukan maksud saya untuk langsung memberikan ultimatum setelah si dia tidak kedengaran kabar beritanya dalam 1 x 24 jam. Cukup mengingatkan Anda untuk memikirkan kalimat "he's just not that into you" setiap kali jalan mulai membentuk cabang¬-cabang tidak jelas di depan Anda yang kesemuanya menuju ke harapan palsu. "Bagaimana kalau dia...?" Begitu Anda tidak terlalu yakin, pindah ke lelaki lain yang lebih menjanjikan. Persis seperti yang dilakukan Magnolia atau Lia.
Lia, seorang account manager berusia 29 tahun, sedang serius menjalani sebuah hubungan dengan David. David yang selalu ada setiap lia butuhkan ini ternyata berkata lain di depan teman--temannya. " lia terlalu lambat dan terlalu ramah," tanpa dijelaskan lebih lanjut. Pastinya ini mengganggu lia saat ia mengetahuinya.
Bila lelaki Anda tidak berjuang cukup keras untuk Anda
berarti tidak akan ada kisah cinta hidup bahagia selamanya. Lalu, Anda bisa memutuskan apakah dia sang belahan jiwa atau bukan.
Pertikaian tidak bisa dihindari. Putus telah terjadi beberapa kali dan jumlahnya sama dengan ucapan "maaf" dan "kangen" yang dilontarkan David. Tapi masalah tidak pernah selesai. ltu dia yang menjadi pemicu bagi Lia untuk berpikir ulang, "Apakah dia orang yang selama ini saya cari? Atau bukan?"
Coba aplikasikan pedoman "he's just not that into you" ke kasus lia. Sudah si David melakukan kekerasan verbal kepada lia, kerap bohong, tidak bisa menunjukkan kualitas lebih dari diri lia, dan menganggap hubungan mereka sebagai mainan yang bisa diputus dan disambung kapan saja. Apakah hubungan itu sehat bila hanya dibina dengan prosesi antar-jemput dan saling telepon Anda yakin perilaku David menunjukkan tanda-tanda orang yang jatuh cinta pada Lia?
apa yang laki-laki sembunyikan dari anda
Kita sepertinya harus menjadi pribadi yang siap tempur berhadapan dengan kenyataan. Dalam cerita ini, laki-Iaki tampak bagai pramuka yang gemar membuat simpul ruwet. Meninggalkan perempuan dengan ketidakjelasan pertanyaan klasik, "Apakah ia orang yang saya cari?" Bagus kalau dengan besar hati mereka mengakui, "Saya tidak tertarik untuk melanjutkan hubungan lebih jauh dengan karnu."
Apa ini semacam hobi? "Mumi cerminan sifat pengecut," ungkap George, 36, business development manager. "Saya, dan juga laki-Iaki lain, tahu bila kami bicara jujur, yah tahulah apa yang akan terjacli. Saya tidak bisa berhadapan dengan tangis dan histeria. Tapi mungkin saya akan mencoba menjadi orang paling menyebalkan sedunia supaya ia memutuskan saya dengan senang hati." Puas dengan jawaban George? Bisa dibilang, dia tidak sepenuhnya egois. Kebanyakan laki-Iaki tetap memikirkan efeknya untuk kita.
Surya, 25, bartender, menjelaskan, "Bahkan ketika saya tidak lagi menyukai seorang perempuan, tetap ada kewajiban untuk memberi alasan. Siapa sih yang mau jadi tokoh antagonis?"
Greg Behrendt dalam bukunya mengakui, "Kami lebih baik kehilangan tangan dibanding harus bicara apa adanya." Wah, mereka memilih terbunuh daripada mendengar tangis atau teriakan kita!
Ada sedikit bocoran bagaimana mendeteksi rasa suka mereka terhadap perempuan: laki-Iaki gemar berburu. Bila laki-Iaki menyu¬kai perempuan, ia tidak akan ragu untuk membuka perasaan, atau rahasianya. Dan, cerita berlanjut. Jadi bila lelaki Anda tidak berpeluang cukup keras untuk Anda berarti tidak akan ada kisah cinta hidup bahagia selamanya. Lalu, Anda bisa memutuskan apakah dia sang belahan jiwa atau bukan. Tidak ada wilayah abu-abu di tengahnya.
Benar, laki-Iaki punya latar belakang sendiri kenapa memutuskan hubungan. Apa pun itu, pertanyaan selanjutnya adalah apakah Anda menginginkan pasangan yang tidak yakin dengan keinginannya? Bersama Anda atau tidak? Kita sering kali tertangkap sedang berpikir apa yang pasangan inginkan tapi melupakan kebutuhan signifikan dari diri sendiri. Semua orang berhak merasa bahagia, lho.
Masukan Greg Behrendt: jangan takut untuk membuat standar lebih tinggi. Bila Anda tertumbuk pada tembok buntu, tidak perlu kecil hati. Anda perlu menyayangi diri sendiri. Nah, bukankah itu membebaskan? Sekarang, ambil napas panjang dan ikuti saya, "He's just not that into me. Sama sekali tidak layak." .
HE’S NOT INTO YOU ketika…
Tidak ada inisiatif mendekatkan diri pada Anda. Kalau memang tertarik, ia akan menelepon dan mengharapkan pertemuan sebisa mungkin. Kalaupun tidak sempat, paling tidak memberi alternative dengan mudahnya.
Tidak memberi kabar. Semua laki-laki tahu cara memencet tombol telfon, kan? Sekedar bertanya kabar, toh tidak menyulitkan untuk menunjukkan bahwa ia sedang memikirkan Anda.
“Cukup dengan berteman, kan?” Dan, tidak ada kemungkinan menjadi pasangan di tahun 2101. Terus, buat apa lagi?
Memprioritaskan kesibukkan. Apa dia sesibuk presiden? Politikus saja masih punya waktu untuk orang-orang tersayang mereka. Sibuk adalah alasan terburuk.
He won’t MARRY you. Jika pernikahan memang tujuan Anda, tidak perlu repot membangun fondasi dengan pasangan yang tidak punya visi sama. Belahan jiwa Anda ternyata bukan tiket menuju kebahagiaan.
Putus sambung berjuta kali. Kecuali, dia selalu memohon Anda kembali dengan maaf yang tidak cuma di bibir. Ít ain’t over ‘till it’s over”, kata Lenny Kravitz
Si egois yang gemar menekan verbal maupun fisik. Tidak ada justufikasi lagi. Next!!!
Menghilang entah kemana. Seberapa besar kemungkinan seseorang mengalami kecelakaan dan meninggal? Paling ia pergi karena takut mengungkapkan kebenaran.
Sumber : He’s Just Not That Into You
Langganan:
Postingan (Atom)